ada band baiknya

More - ada band baiknya

Ada Band - Nyawa Hidupku

More - Ada Band - Nyawa Hidupku

Ada Band - Jalan Cahaya

More - Ada Band - Jalan Cahaya

Craig David - Insomnia

More - Craig David - Insomnia

Robbie Williams - Feel

More - Robbie Williams - Feel

Muse - Starlight

More - Muse - Starlight

Dewa 19 - Restu Bumi.

More - Dewa 19 - Restu Bumi.

Ahmad Dhani - Madu Tiga

More - Ahmad Dhani - Madu Tiga

Duran Duran - Come Undone

More - Duran Duran - Come Undone

Hoobastank - The Reason

More - Hoobastank - The Reason

ADA Band Dengan Personel Baru

Meskipun kehilangan unsur piano dalam formasinya, namun Ada Band tetap akan mempertahankan sisi romantis yang selama ini melekat dalam lagu-lagu mereka.

Selama berkiprah di industri musik Indonesia, Ada band dikenal lewat musiknya yang puitis dan romantis, bahkan terkesan mellow.di album barunya nanti, Donny cs akan memberikan warna musik yang lebih segar.

Kehadiran personel baru, Adi sebagai pemain drum memberikan warna baru pada musik Ada Band. dan tentu saja hal itu membuat Ada Band semangat untuk membuat perubahan.apalagi Adi sudah memiliki segudang pengalaman, salahsatunya sebagai drummer band 'Tipe-Ex'.

Tetapi, Ada band tidak mengubah total warna musiknya. Benang merah musik mereka tetap didukung oleh lirik yang puitis, namun dengan musik yang lebih ngebeat dan ada sedikit unsur rock-nya. 

"Kami lebih fresh sekarang karena di beberapa lagu kan dulu kosong beat-nya, nah sekarang ada, Romantis masih ada, cuma kalau sekarang, musik itu harus berevolusi. Dulu kami dikenal dengan lagu yang puitis, tapi unsur itu kan belum tentu bisa masuk sekarang jadi yang simpel sajalah,"ucap Donnie mewakili rekannya yang lain.

Mereka akan mengusung 12 lagu dalam album terbaru. Lagu berjudul 'Sendiri' sengaja dipilih sebagai hits andalan. 'Lagu ini diciptakan oleh bassis 'Ada Band', Suriandika Satjadibrata alias Dika. Selain Dika, personil lain pun ikut menyumbangkan lirik dan aransemen ke dalam album baru mereka.
  
More - ADA Band Dengan Personel Baru

BoyBand MBLAQ Rilis Album

Boyband asal korea MBLAQ yang merupakan anak didik dari superstar Rain Akhirnya merilis album mini serta video klip terbaru mereka. Ber-title Mona Lisa,dan siap menggebrak panggung musik korea.

Lee Joon dkk tampil penuh dengan warna-warna cerah meski aura yang dihadirkan tidak secerah pakaian mereka dalam klipterbarunya  Baju casual seperti jeans, kaos dan dipadu dengan jaket dengan hiasan 'blink-blink' tampak mendominasi seluruh klip.

Di awal-awal lagu Mona Lisa, mereka memberi sentuhan sedikit latin dengan permainan gitar yang begitu terasa. Selain permainan ala gitar latin, track rancak ini juga memadukan musik house di mana musik tersebut muncul di part-part yang dinyanyikan Cheon Doong dan Mir. Didalam lagunya tersebut kelima anggotanya masih mengandalkan dance di lagu terbaru mereka. Beat cepat yang mereka hadirkan cukup cocok untuk dibawakan dalam sebuah penampilan yang menghadirkan dance.
Dalam mini album baru mereka berjumlah enam lagu
More - BoyBand MBLAQ Rilis Album

Album Ke-12 Madonna Mulai Dikerjakan


Ada kabar menggembirakan bagi penggemar Madonna.Diva pop yang nyentrik itu akan segera meluncurkan album ke 12. Dua tahun sudah Madonna tak mengeluarkan album terbaru, Ia menelurkan album terakhirnya pada 2008 lalu berjudul 'Hard Candy'.

Album tersebut adalah kelanjutan dari album 'Hard Candy'. Menurut manajer Madonna bernama Guy Oseary yang ditulis dalam akun Twitternya Rabu (6/7/2011) “Hari ini adalah hari pertama Madonna melakukan rekaman untuk album terbarunya. Ini sangat menyenangkan,”

Madonna dikabarkan akan bekerja sama dengan DJ A-Trak, David Guetta, dan produsernya Meat Loaf ,penulis lagu Jim Steinman serta Joe Henry, atau adik iparnya yang ikut ikut menulis lagu Don’t Tell Me dan Jump dalam pembuatan album tersebut

sebenarnya Madonna juga sempat merilis album 'Greatest Hits Celebration', usai album 'Hard Candy'. Pada tahun 2009 lalu
More - Album Ke-12 Madonna Mulai Dikerjakan

Bintang Film Panas Jepang Bikin Band



Banyak bintang Film yang jadi penyanyi didunia hiburan bukanlah hal yang aneh,tapi group band yang satu ini menghebohkan industri musik jepang,mereka adalah bintang film panas yang berjumlah 25 orang berkumpul jadi satu grup dan membentuk girlband.

Band ini dinamai Ebisu Muscats, 25 cewek super seksi ini yang dikenal sebagai pemain film bergenre dewasa ini mencoba peruntungan mereka dengan merilis single pertama berjudul Banana Mango High School bulan Februari 2011 lalu.


Nama  Ebisu Muscats berasal dari acara tengah malam di TV Tokyo bertajuk ONEGAI! MUSCAT!. Acara yang disiarkan sekitar Maret 2008 sampai April 2009 ini menampilkan para idola tersebut dalam satu permainan dan drama.

Ke-25 bintang panas tersebut  tak lama kemudian  berkumpul kembali dan membentuk girlband yang tak kalah dengan girlband-girlband Korea. Terjunnya mereka ke industri musik - yang semula diragukan, semakin dimantapkan dengan kontrak musik bersama label Universal Music Japan. Sedangkan video-video mereka lainnya makin rutin ditayangkan di YouTube.

download mp3nya disini

Inilah nama nama mereka:

Aika Andou                                   Sora Aoi                                 Yuma Asami
Megu Fujiura                                Minori Hatsune                     Kaho Kasumi
Risa Kasumi                                Ena Kawamura                     Rika Kawamura
Erika Kirihara                             Jessica Kizaki                       Konan
Mihiro                                            Miyu Misaki                           Airi Nagasaku
 Shou Nishino                              Asami Ogawa                       Haruka Ogura
Rio                                                 Kokomi Sakura                    Rin Sakuragi
Ai Sayama                                   Kaera Uehara                       Manami Yamaguchi
 Akiho Yoshizawa

More - Bintang Film Panas Jepang Bikin Band

GUITAR




More - GUITAR

In The Shadows

More - In The Shadows

Band Padi


PADI, sebelumnya hanyalah salah satu  band kampus yang ada Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Beranggotakan Andi Fadly Arifuddin (Fadly, Vokalis), Satriyo Yudhi Wahono (Piyu, Gitar), Ari Tri Sosianto (Ari, Gitar), Rindra Risyanto Noor (Rindra, Bass), dan Surendro Prasetyo (Yoyok, Drum).

Sebelum bernama PADI, band ini dulu bernama SODA. Mereka tampil pertama kali di sebuah acara kampus di Fakultas Hukum Unair Oktober 1996. Barulah pada tanggal 8 April 1997 mereka mengganti nama band-nya dengan nama PADI. Nama ini dilontarkan pertama kali oleh Yoyok, sang drummer. Selain karena filosofinya semakin berisi semakin merunduk, ibarat makanan pokok mereka menginginkan band ini bisa dinikmati oleh semua orang. Mulai dari tukang becak, anak kecil, hingga para eskesuktif berdasi. Meski nama PADI sering dianggap "kampungan", karena dianggap makanan orang susah. Tapi PADI punya makna sangat membumi, di mata mereka PADI juga merupakan lambang kesejahteraan. 



Latar belakang personil sangat beragam, mereka tidak begitu saja bertemu dan langsung membentuk sebuah band. Pertama kali Piyu dan Ari yang sepakat untuk membikin sebuah band. Untuk bassis, Ari mengajak temannya Rindra karena dulu  pernah tergabung dalam satu band yang bernama WARNA. Baru setelah itu ditemukan sang vokalis-Fadly  dan drummer-Yoyok. Fadly, yang pertama kagum akan permainan gitar Ari ketika manggung dalam salah satu pementasan di kampusnya, pada awalnya menawarkan Fadly diri kepada Ari untuk bergabung di band-nya jika memerlukan seorang bassis (sejak SMA, Fadly adalah seorang bassis)
Untuk skill personil, sudah jangan diragukan lagi. Piyu, yang sebelumnya bermain di band yang memainkan lagu-lagu beraliran keras bersama Crystal Band, dulu pernah menjadi teknisi gitar di sebuah band ternama di Indonesia. Rajin ngulik gitar dari SMA, dan kepiawaiannya dalam menciptakan lirik tidak banyak diragukan lagi. Banyak lagu-lagu hits-nya PADI di kemudian hari yang terlahir. Begitupun dengan Rindra, pernah dalam satu tahun menyabet gelar bassis terbaik di tahun 1992. Lain lagi dengan Yoyok, siapa sih yang tidak kenal jebolan Andromeda band yang pernah meraih gelar drummer terbaik se- Indonesia pada tahun 1998.

Sebelum terbentuk menjadi band solid seperti sekarang ini, mereka adalah band yang merangkak dari bawah, jatuh bangun dan pernah merasakan beberapa kali ditolak oleh perusahaan-perusahaan rekaman besar. Penolakan itu tidak membuat mereka putus asa, malah memicu untuk sering membuat demo dan mengantarkannya sendiri dari Jakarta ke Surabaya. Pernah merasakan tidur di sambungan kereta api karena kehabisan tiket, dan juga pernah merasakan makan nasi basi karena sewaktu beli nasi bungkus di kereta ternyata dapatnya yang sudah basi, tapi karena sudah kelaparan akhirnya di makan bagian nasi yang belum basi.

Pernah dalam suatu kesempatan Piyu berkomentar "pemain band itu harus hidup penuh penderitaan dulu sebelum terkenal. Hidup menderita itu bisa melatih kita untuk punya jiwa survive dan akhirnya bisa eksis di dunia kita sendiri." 

Dewi fortuna mulai berpihak kepada mereka, ketika pada suatu kesempatan manggung di sebuah pub di Surabaya yaitu Colors, dengan disaksikan perwakilan dari label rekaman Sony Music Indonesia. Keesokan harinya, mereka ditawarkan untuk rekaman album kompilasi Indie Ten, ajang kemampuan untuk para band baru. Sebelumnya, Padi telah memasukan demo album terlebih dahulu. Dan kebetulan pihak Sony sedang ke Surabaya untuk urusan promo sebuah album, Padi sekalian di audisi.
Mereka bermain band dari kampus ke kampus. Meskipun grup baru, mereka tergolong matang dan selalu tegas dalam setiap konsep yang mereka buat. Sejak awal mereka memantapkan diri di jalur pop rock. Mungkin karena itu pula Sony Music tertarik untuk mengelola Padi. Padahal, sebelumnya Aquarius dan RIS Music menolak mereka.
Namun mereka sempat menolak Sobat untuk jadi lagu andalan di album pertama mereka. Soalnya, mereka telah menyiapkan Demi Cinta sebagai lagu jagoan. Karena itulah lagu Sobat, yang menurut Sony menarik, dimasukkan di album Indie Ten. ''Mungkin itu sudah jalan kita, harus ikut album kompilasi dulu,'' ujar Yoyo. Tidak menyia-nyiakan  peluang yang ada di depan mata, mereka ambil kesempatan itu dengan lagu "Sobat" nya. 

Setelah itu, jalan menuju sukses mulai terbuka lebar. Untuk langkah awal mereka di kontrak Sony untuk 4 album. Album pertama, LAIN DUNIA, rilis setahun kemudian yaitu tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1999. Penjualan album ini, meski perlahan tapi pasti. Banyak orang mengenal PADI setelah lagu-lagunya menjadi hits seperti Begitu Indah, Demi Cinta, Seperti Kekasihku, dan Mahadewi. Mahadewi menjadi booming ketika lagu ini dibuat vidklip-nya, hingga merajai chart-chart musik di televisi maupun radio-radio di tanah air.
Album kedua, Sesuatu Yang Tertunda, rilis pada tanggal 2 Juli 2001. Saat awal peluncuran, sudah terjual 450.000 copy. Yang pasti diingat dari album ini sudah tentu adalah hits yang menjadi legenda sepanjang masa "Kasih Tak Sampai". Banyak orang bilang ini akan menjadi everlasting song-nya PADI, yang akan tetap dikenang sampai kapanpun.
Album ketiga Save My Soul, rilis pada tanggal 18 juni 2004 namun baru di launching pada tanggal 24 Juni 2004. Launching-nya pun sempat dibikin heboh, PADI main di atas atap restoran cepat saji di salah satu kawasan di Sarinah-Thamrin, disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta di Indonesia. Album yang penuh kejutan, karena banyak orang bilang lagu-lagu di album ini rumit dan tidak berselera pasaran. Namun ini justru menandakan kejujuran PADI dalam bermusik. Di album ini, PADI mewujudkan impiannya untuk berkolaborasi dengan musisi idola mereka yaitu Iwan Fals, dalam lagu yang berjudul "Sesuatu Yang Tertunda". Dalam seminggu, album ini terjual sekitar 500.000 copy.
Album ke empat, self titled-PADI, rilis 9 Mei 2005. Album ini disebut-sebut sebagai album kelahiran PADI kembali. Semangatnya, kerjasamanya, konon dibuat seperti ketika PADI bikin album pertama kali. Di album ini, PADI banyak berkolaborasi dengan musisi senior seperti Bubby Chen (Pianis Jazz), Abadi Soesman (Pemain Keyborad), dan Idris Sardi (Pemain Biola). Ada sebuah lagu yang dijadikan Original Soundtrack sebuah film Indonesia-Ungu Violet, yaitu lagu berjudul "Menanti Sebuah Jawaban".
Selain keempat album regular diatas, PADI juga pernah bikin album-album kompilasi seperti Official Songs World Cup (lagu Work of  Heaven, 2002), Album rohani Family Songs Hadad Alwi (Doaku, 2003), Tribute to Ian Antono (Saksi Gitar Tua, 2004), dan album sosial untuk korban Tsunami di Aceh "Kita Untuk Mereka" (lagu 26 Desember, 2005).

Single
  • Indie 10 dengan satu singel: 'Sobat'
  • OST World Cup 2002 dengan satu singel: 'Work Of Heaven'
  • Family Songs Hadad Alwi (2003) dengan lagu "Doaku"
  • Tribute to Ian Antono (2004) dengan lagu "Saksi Gitar Tua"
  • Kita Untuk Mereka dengan satu singel: '26 Desember'
  • Sahabat Selamanya OST Upin dan Ipin

 Album

 Sumber: Situs web Padi & wikipedia
.

More - Band Padi

Band GIGI


Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994. Pada awalnya Grup Band ini terdiri atas Arman Maulana (vokalis), Thomas Ramdan (bassis), Dewa Budjana (gitaris), Ronald Fristianto (drummer), dan Baron Arafat (gitaris). Nama "Gigi" sendiri muncul setelah para personilnya tertawa lebar mengomentari nama "Orang Utan" yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema "Angan" dilempar ke pasaran dengan dukungan dari Union Artist/Musica. Pada waktu itu Gigi belum membentuk suatu manajemen artis untuk mengelola kegiatan mereka sehingga untuk mempromosikan album perdana itu, mereka merilis dua single yang sekaligus video klip, yaitu Kuingin dan Angan. Tetapi kedua lagu andalan tersebut tidak banyak mendongkrak angka penjualan. Kurangnya promosi dan tidak adanya pengelolaan manajemen menjadi penyebab utama kegagalan album pertama group musik ini.
Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka menjadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik". Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari Group Band Gigi. Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya Grup Band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono drumer). Formasi baru ini memberi warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheehan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor". Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.

Sementara itu Thomas yang baru saja keluar dari rehabilitasi kembali ke Jakarta untuk mulai bermain musik lagi. Thomas bahkan membuat kejutan dengan menjadi bintang tamu di konser GIGI "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung, dengan bermain bersama di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu Gigi serasa bernostalgia dengan Thomas, bahkan mereka membawakan satu lagu yang jarang dimainkan yaitu Hasrat.
Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk lagi ke Group musik Gigi. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang berjudul "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah".
Format terakhir sekarang kelompok ini adalah: Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, Gusti Hendy

Armand Maulana

Armand Maulana atau nama lengkapnya Tubagus Armand Maulana lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 April 1971. Armand adalah seorang vokalis dari sebuah kelompok grup musik papan atas Indonesia bernama Gigi. Ia adalah adik kandung dari penyanyi dan pembawa acara Indonesia Nita Tilana.
Sejak kecil Armand sudah mencintai musik. Ketika ia duduk di bangku SD, Armand pernah tercatat sebagai anggota Genesis Fans Club, sebuah kelompok penggemar kelompok musik rock Genesis. Ia juga pernah menjadi anggota kelompok teater musikal pada saat SD.
Menginjak SMP di pertengahan tahun 1980-an saat musik jenis fusion mulai membahana. Armandpun ikut mengoleksi album-album jazz, fusion dan sejenisnya. Armand mendapati kemampuan vokalnya sebagai bakat alamiah, dan ia tidak pernah mengikuti pendidikan olah vokal baik formal maupun informal.
Armand Maulana memulai kariernya sebagai finalis Cover Boy majalah Mode di tahun 1985, sewaktu ia masih bersekolah di kelas 2 SMP 13 Bandung. Pada saat duduk di bangku SMA, Armand bergabung dengan kelompok vokal sekolahnya di SMAN 5 Bandung, dan senantiasa mendapat kepercayaan untuk menjadi vokal utama. Dari sinilah Armand mulai menyadari kemampuan olah vokalnya yang lebih, yang akhirnya mendorong armand untuk membentuk satu band sekolah dengan anggotanya adalah para mantan personel band pengiring kelompok vokalnya itu.
Armand mulai menjalani karier profesionalnya sebagai seorang vokalis dimulai pada saat ia bergabung dengan Next Band pada tahun 1990, kemudian ia juga pernah bergabung dengan kelompok vokal yang cukup ternama Trio Libels pada tahun 1991.
Selain itu, ia juga pernah mengeluarkan album solonya pada tahun 1992 dengan tajuk Kau Tetap Milikku, sebelum akhirnya bersama-sama dengan Aria Baron, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto dan Dewa Budjana, pada tanggal 22 Maret 1994, mendirikan sebuah kelompok band dengan nama GIGI yang masih bertahan sampai saat ini.
Seperti musisi/vokalis pada umumnya, Armand walaupun mempunyai warna tersendiri dalam vokalnya, tetapi karakter vokalnya juga dipengaruhi oleh faktor luar, hal ini berkaitan dengan vokalis idolanya. Vokalis idolanya yang sedikit banyak memberi pengaruh pada dirinya sebagai vokalis, Armand mengatakan “Gua kan nge-fans banget ama Genesis, gua seneng ama vokalnya Peter Gabriel, tapi lebih seneng berat lagi saat vokalnya udah diambil alih ama Phil Collins, Mungkin karena touch pop-nya lebih kental”. Dalam kesempatan lain Armand mengatakan “Kalo ke warna vokal awal-awalnya dulu ada juga sih tapi gua berusaha mencari dan mencari terus warna vokal gua sendiri”. Beberapa vokalis dunia favorit Armand lainnya antara lain Kenny Loggins, Jonathan Davis dan David Coverdale

Dewa Budjana

Dewa Budjana atau nama lengkapnya I Dewa Gede Budjana. Budjana lahir di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 30 Agustus 1963.. Ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik, khususnya gitar sudah sangat dominan, terlihat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Klungkung Bali. Sampai-sampai, Budjana kecil pernah mencuri uang neneknya untuk sekedar memenuhi keinginannya membeli gitar pertamanya seharga 10.000 rupiah.
Sejak memiliki gitar pertama inilah yang membuat Budjana tidak lagi memiliki semangat untuk bersekolah, baginya gitar adalah nomor 1. Pada saat itu Budjana mempelajari sendiri teknik bermain gitar, dan dia mampu dengan cepat mahir mempelajari lagu Deddy Dores berjudul “Hilangnya Seorang Gadis” dan lagunya The Rollies berjudul “Setangkai Bunga”, itupun disaat ia sama sekali belum tersentuh literatur-literatur musik(gitar) yang formal.
Budjana menjadi lebih bergairah dalam hal bermusik terlihat ketika dia pindah ke Surabaya, Jawa Timur di mana ia mengambil kursus musik klasik dan bergabung dengan sebuah band yang banyak berpartisipasi dalam pertunjukan musik. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas Budjana memutuskan hijrah ke Jakarta untuk mengejar mimpinya berkarir sebagai musisi profesional.
Pada tahun 1976 ketika menginjak usianya yang ke tiga belas, nama Budjana mulai terdengar di dunia musik di Surabaya. Kemudian, pada tahun 1981 dia membeli sebuah gitar listrik ( Aria Pro II) dan mulai bermain musik dengan banyak orang yang berbeda. Perlahan-lahan gaya musiknya mulai berubah dari rock, pop ke jazz. Saat itu ia mulai terpengaruh oleh John McLaughlin dari Mahavishnu Orchestra, Chick Corea, Gentle Giant, Kansas, Tangerine Dream, American Garage, Pat Metheny dan Allan Holdsworth.
Pada tahun 1980 Budjana mulai bergabung bersama Squirrel, band jazz pertama di sekolahnya di Surabaya. Squirrel sering ikut berpartisipasi dalam sejumlah acara musik nasional, termasuk Light Music Contest pada tahun 1984 di Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Meskipun banyak kontestan turut serta dalam ajang lomba tersebut namun Budjana sanggup mengungguli kompetisi tersebut dan terpilih menjadi pemain gitar terbaik. Satu tahun setelah itu, Budjana memutuskan untuk terbang ke Jakarta untuk mengembangkan karir musiknya. Perjalanan ini membawanya ke Jack Lesmana sebuah legenda jazz Indonesia, yang memperkenalkannya kepada musisi profesional lainnya. Dari beliau Budjana banyak mengenal dan mendapatkan pengetahuan mengenai filosofi-filosofi dalam bermain jazz, termasuk tentu saja bermain standard jazz dengan lebih baik.
Meskipun Jack Lesmana memberikan Budjana banyak kesempatan dan peluang dalam karir bermusik di Indonesia namun Indralah yang pertama kali membujuknya untuk menjadi seorang session player. Setelah menjalani hidup di Jakarta Budjana akhirnya mulai beradaptasi dan banyak bergaul dengan musisi-musisi lokal yang baru ia kenal, bermain musik di kafe juga salah satu kegiatan rutinnya. Beruntung tidak berapa lama setelah itu Budjana mulai banyak mendapatkan tawaran untuk mengisi rekaman-rekaman kaset seperti pada album solo Indra Lesmana, Catatan si Boy II, Andre Hehanussa, Heidy Yunus, Memes, Chrisye, Mayangsari, Dewi Gita, Desy Ratnasari, Potret, Trakebah, Caesar (Deddy Dores), Nike Ardila dan lain-lain.
Beberapa tahun kemudian Budjana bergabung dengan Spirit band dan sempat merilis dua album bersama grup musik tersebut, yang pertama berjudul “Spirit” dan yang ke dua berjudul “Mentari”. Beberapa tahun setelah itu Budjana memutuskan untuk keluar dari Spirit band dan bergabung dengan Java Jazz (Indra Lesmana). Ia juga sempat bermain dengan banyak band seperti Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa Orkestra, Elfa’s Big Band dan Twilite Orchestra.
Di antara tahun 1989 – 1993 Budjana juga pernah membantu Indra Lesmana untuk mengajar di sekolah miliknya. Di sela-sela waktu mengajar itu kadang sering dipergunakan oleh Budjana untuk berlatih gitar secara trio atau jam session dengan siapapun di sekolah tersebut. Pada tahun 1993 Budjana bergabung dengan Indra Lesmana “Java Jazz” bersama Cendy Luntungan (drum) dan Jefrey Tahalele (bass akustik) dan sempat merilis satu album berjudul “Moon in Asia” atau “Bulan di Asia” dengan genre jazz yang agak progressive dicampur dengan sentuhan musik New Age. Bersama Java Jazz Budjana juga sering ikut berpartisipasi dalam banyak festival Jazz seperti North Sea Jazz Festival, World Jazz Convention di Den Haag, Belanda, Jak Jazz, Java Jazz festival dan banyak lagi.
Hingga saat ini Dewa Budjana masih bersama Gigi, band yang dibentuknya pada tahun 1994 bersama Baron (gitar), Thomas (bass), Armand Maulana (vokal) dan Ronald (drum). Sebelumnya pada tahun 1992 Budjana pernah menyampaikan keinginannya untuk membentuk grup musik dengan dua pemain gitar. Keinginannya tersebut baru terwujud dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1994. Dia membentuk band dengan formasi dua gitaris, berpasangan dengan Baron. Band itulah yang sekarang dikenal dengan nama GIGI. Awalnya perjalalanan Gigi terhitung cukup mulus, di albumnya yang ke dua yaitu “Dunia” Gigi sanggup mencentak penjualan yang cukup fantastis yaitu 400 ribu copy. Namun sayangnya setelah album tersebut Gigi harus rela kehilangan Baron. Kemudian setelah itu bongkar pasang personilpun tak terhindarkan lagi. Namun setelah hadirnya Hendy di album Next Chapter pada tahun 2006 Gigi terlihat mulai stabil kembali.
Bersamaan dengan Gigi di album yang ke enam, Budjana mencoba meneruskan cita-citanya yang dulu yaitu membuat album solo jazz. Sejak saat itu Budjana telah merilis sebanyak 4 album solo yang berjudul : Nusa Damai, Gitarku, Samsara dan Home. Home adalah sebuah album penghormatan kepada korban bencana tsunami yang terjadi pada bulan Desember tahun 2004.[2]Di album “Samsara” , Budjana juga mulai melibatkan musisi luar seperti Peter Erskine (pemain drum dari grup musik Weather Report).
Pada bulan Desember tahun 2007,.Budjana menggelar konser solonya untuk yang pertama kali dengan tema “Gitarku, “Hidupku”; “Kekasihku”. Kemudian pada tahun 2010 Budjana menggelar lagi konser tunggalnya untuk yang ke dua kalinya.
Menurut pengamat musik Denny Sakrie gitar bagi Budjana adalah belahan jiwa bahkan gitar adalah refleksi sebuah harga diri atau kehormatan. Budjana dan gitarnya adalah sebuah senyawa yang tak terpisahkan. Ini diperlihatkan ketika menggelar konser tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta , yang dibarengi peluncuran buku Gitarku, Hidupku, Kekasihku. Kekuatan utama Budjana terletak pada serpihan komposisi yang kuat dan selalu menyusupkan tema tertentu serta menyusupkan roh yang kuat pula dalam pola permainan gitarnya. Kekaguman dan luapan rasa cinta Budjana terhadap sosok wanita juga sangat terasa dalam beberapa komposisi karyanya. Pada saat itu Budjana menggunakan 8 gitar kesayangannya, termasuk gitar Parker Fly yang diberinya nama Saraswati.

Thomas

Thomas atau Tubagus Omas Ramdhan lahir di Bandung, Jawa Barat, 5 Maret 1967. Thomas adalah seorang pemain bass dari sebuah kelompok musik bernama GIGI.
Thomas Ramdhan dilahirkan di tengah keluarga berdarah seni. Ayah kandung Thomas adalah seorang pemain biola. Dan dari ayah tirinya Thomas banyak belajar tentang dasar-dasar teknik bermain bass yang kebetulan juga seorang pemain bass. Dan Thomas sering sekali ikut ayahnya saat band ayahnya show. Di dekat panggung dia dengan tekun memperhatikan band ayahnya yang sedang beraksi tersebut.
Pada masa kecilnya Thomas pernah bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek. Thomas ikut terlibat sebagai musisi pendukung grup musik Kla Project dalam album Klasik yang dirilis pada tahun 2000. Ia juga terlibat sebagai pendukung album “Negeri Khayalan” dari penyanyi Nicky Astria. Thomas pernah menjadi produser album Atiek CB berjudul Meditasi yang dirilis tahun 1997

Hendy

Hendy atau Gusti Erhandy Rakhmatullah lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tahun 10 Maret 1980. Hendy Gigi adalah seorang penabuh drum dari grup musik Gigi. Hendy yang asli berdarah Banjar ini mulai dikenal masyarakat luas saat bergabung dengan Gigi pada tahun 2005, tepatnya pada album Next Chapter.
Pertama kali mulai mengenal perangkat drum saat masih kanak-kanak di Banjarmasin, ketika itu rumahnya sering digunakan untuk latihan band oleh kakaknya. Hendy yang waktu itu masih duduk di kelas empat SD (1989) ingin sekali berguru pada Gilang Ramadhan. Sayang sekali karena padatnya jadwal Gilang, Hendy hanya berkesempatan belajar pada asisten Gilang yaitu Lemmy Ibrahim di Farabi Indra Lesmana Workshop sekolah musik yang dikelola Indra Lesmana saat itu.
Ada cerita unik sewaktu Hendy sedang melakukan les drum di Farabi. Ketika sedang berkonsentrasi di salah satu kelas, tiba-tiba ada yang menjenguk. Si penjenguk menyapa Hendy kecil dan berkata “Sini gua gitarin”. Kayaknya sang gitaris menyukai penabuh drum kecil karena pada saat itu permainan drumnya sudah cukup piawai. Maka terjadilah sebuah jam session kecil-kecilan antara Hendy dan gitaris tadi. Saat itu juga ada Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan di tempat tersebut. Belakangan baru ketahuan kalo pemain gitar tadi ternyata adalah Dewa Budjana Twaktu itu Gigi belum terbentuk). Unik dan lucu ketika dua musisi yang satu masih anak-anak berumur 9 tahun dan satunya sudah berumur 26 tahun pada saat itu bertemu dan main bersama. Dan setelah lima belas tahun kemudian, dua orang itu bermain bersama di GIGI.
Pada tahun 2004 awalnya Hendy hendak berlatih untuk persiapan album Sound Track Brownies dan ternyata memang Hendy yang dipilih Gigi untuk menggantikan posisi Budhy Haryono. Beban yang lumayan berat buat Hendy. Karena berbeda dengan saat diajak oleh Donny Suhendra, Jockie Surjoprajogo atau juga Erwin Gutawa, yang pada saat itu hanya sebagai session player. Karena selain memang Hendy fans dari grup band Gigi, dia merasa harus memikul tanggung jawab baru yang tidak main-main. Karena Gigi adalah grup band yang sudah mapan dan menggantikan posisi Budhy yang juga termasuk jajaran penabuh drum senior yang disegani di blantika musik Indonesia. Sebagai personil “GIGI” yang baru dia merasa secara moral memikul tanggung jawab terhadap fans Gigi, publik, dan pengamat musik. Sampai-sampai sebelum masuk studio rekaman untuk menggarap album Original Sound Track Brownies Hendy merasa perlu untuk latihan secara individu terlebih dulu sebagai persiapannya. Hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya saat dia akan masuk dapur rekaman sebagai session player

Diskografi GIGI
1994 Angan
1995 Dunia
1996 3/4
1997 2 x 2
1998 Kilas Balik
1999 Baik
2001 Untuk Semua Umur
2003 Salam Kedelapan
2006 Next Chapter
2007 Peace, Love & Respect
2009 Gigi

Album lainnya
2000 The Greatest Hits Live
2002 The Best of Gigi
2004 Ost. Brownies
2004 Raihlah Kemenangan
2005 Raihlah Kemenangan Repackage
2006 Pintu Sorga
2008 Jalan Kebenaran
2010 Amnesia

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

More - Band GIGI

Ada Band

ADA Band adalah sebuah grup musik asal Indonesia, beranggotakan Donnie Sibarani (vokalis), Marshal (gitaris) dan Dika Satjadibrata (bassis). Mereka melejit melalui lagu-lagu seperti Masih, Langit Tujuh Bidadari, dan Karena Wanita (Ingin Dimengerti). Kebanyakan lagu mereka mengandung unsur percintaan. 
Perjalanan karier

• Ada Band terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy H (Iso) pada keyboard & backing vocal, Elif Ritonga (E'el) pada drum, dan Khrisna Balagita (Khrisna) pada keyboard/piano. Pada tahun 1997, ADA Band merilis album pertama dengan judul "Seharusnya". Lagu "Seharusnya" menjadi andalan dalam album perdana mereka.

• Mereka merilis album kedua, setelah vakum selama 2,5 tahun, berjudul "PerADAban 2000" di bulan Juli 1999. Lagu di album ini antara lain lagu “Oughh...!!!”, “Bilakah?”, dan “Tinggalkanlah Cinta”. Setelah album kedua, Iso dan E'el hengkang dari ADA Band.

Rama Yaya Muktio kemudian bergabung sebagai drumer menggantikan E'el. Mereka merilis album ketiga di bulan Maret 2001 berjudul "Tiara". Lagu yang terdapat dalam album ini antara lain “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah?”, dan “Belenggu & Cinta”. Bulan Desember 2001, Baim menyusul Iso dan E'el hengkang dari ADA Band.

• Setelah dua tahun vakum, awal tahun 2003, ADA Band kembali menggebrak dengan formasi Khrisna Balagita pada keyboard/piano, Dika Satjadibrata pada bass & backing vocal, Rama Yaya Muktio pada drum, Marshall Suryarachman pada gitar, Donnie Sibarani pada vokal. Dengan formasi ini, ADA Band merilis album "Metamorphosis", dengan lagu unggulan antara lain “Masih (Sahabatku Kekasihku)”, “Seberkas Kisah Lalu”, & “Manja”. ADA Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul diberbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003 (dalam 3 kategori). Selain formasi baru, album ini juga berada di bawah label yang baru yaitu EMI Music Indonesia.

• Untuk penutup tahun 2003, ADA Band mengumpulkan semua album ADA Band yang lama dalam sebuah album bertajuk The Best Of ADA Band – Discography. Album ini berisikan lagu-lagu yang membawa ADA Band menjadi terkenal seperti saat ini.12 (dua belas) lagu menghiasi album ini, termasuk 2 (dua) lagu romantis khas ADA Band.

• Awal 2004, Rama terkena musibah, mobilnya menabrak dan dirinya luka parah. Kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, akhirnya membuat Rama juga harus hengkang dari ADA Band. Sepeninggal Rama, ADA Band terpaksa berjalan walau hanya dengan 4 personel. Dibantu beberapa Additional Musicians, pada 2004 ADA Band merilis "Heaven of Love", dan "Romantic Rhapsody" pada awal 2006, serta "Cinema Story" pada pertengahan 2007.

• Dalam album "Heaven of Love" terdapat 12 lagu baru. Donny berduet dengan Gita Gutawa, putri musisi Erwin Gutawa dalam lagu "Yang Terbaik Bagimu". Sedangkan lagu "Manusia Bodoh" terpilih menjadi single pertama album ini. Video klip "Manusia Bodoh" telah digarap dengan apik oleh Eugine Panji dibawah bendera Human Plus Production. Heaven of Love berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300 ribu kopi dalam waktu lima bulan. Dan mereka berhasil mendapat penghargaan double platinum. Enam bulan kemudian, mereka mendapat penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Paltinum (di Indonesia, setiap 150 ribu kaset yang terjual akan mendapat platinum). ADA Band mendapat penghargaan tersebut karena berhasil meraih penjualan 600 ribu kopi.

• Album "Romantic Rhapsody" berisi 12 lagu yang masih bertemakan cinta. Album ini didukung penuh oleh PT. Softex Indonesia bekerja sama promosi dengan EMI Music Indonesia. Single “Karena Wanita (Ingin Dimengerti)” menampilkan 3 dari belia Disa Oriana, Sabrina Salsabilah dan Kartika Indah Pelapory, para bintang muda film D’Girlz Begins garapan Tengku Firmansyah. Single “Jalan Cahaya” featuring Ubiet bernuansa religius namun tetap menampilkan beat cantik ala ADA Band.

• Di album "Cinema Story", Ada Band menyuguhkan 12 lagu, 6 di antaranya merupakan lagu terbaru mereka yang dibuat berdasarkan skrip skenario dari film terbaru Multivision Pictures (MVP) yang berjudul “Selamanya”. Lagu 'Nyawa Hidupku' dan 'Akal Sehat' dijadikan single andalan mereka di album ini.

• Album terbaru Ada Band di tahun 2008 ini berjudul "Harmonius". Berisi 11 lagu baru dengan hits single "Baiknya". Tapi pada album terbaru ini, lagi-lagi Ada Band harus kehilangan satu personil lagi yaitu Khrisna Balagita. Walaupun Ada Band tetap menyajikan lagu-lagu romantis, rasanya masih ada yang kurang sepeninggal Khrisna dari Ada Band. 
More - Ada Band

Slank


Slank adalah nama Group Band Indonesia yang terbentuk pada Desember 1983 dengan Nama Awal Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. Di sinilah Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal) mengekspresikan kesukaan mereka terhadap karya-karya Idola mereka Rolling Stones.

Di tengah jalan beberapa dari mereka keluar. karena keuletan Bimbim, panggilan Bimo Setiawan membentuk band lagi dan merubah nama menjadi Red Evil. dengan formasi Bim2(drum), Bongky (gitar), Kiki (gitar), Denny (bas), Erwan (vokal). dan mereka sudah mulai berani memainkan lagu2 mereka sendiri.
Penampilan mereka diatas panggung yang cenderung seadanya dan slenge’an. sehingga para penonton sering menyebut mereka band slenge’an. mulai saat itu nama band mereka berubah menjadi Slank.Pergantian personil menjadi kebiasaan dalam band ini. sudah kali band ini ganti personil, dengan personel Bimbim(Drum), Kaka(Vokal), Bongky(Bas), Indra(Keyboard), Pay(Gitar).

Berkali-kali mengirim demo ke berbagai label, berkali-kali pula rekaman mereka ditolak. lalu mereka bertemu dengan seorang produser Budi Susatio. setelah mendengarkan musik mereka, Budi yakin bahwa musik mereka akan banyak disukai. karena musik mereka beda dari musik mainstream pada masa itu. Slank menggabungkan antara POP, ROCK N ROLL, BLUES, DAN ETNIK. yang menjadi warna musik Slank.
Keyakinan Budhi terbukti. album pertama SUIT…SUIT..HE.HE… meledak di pasaran dengan hits maafkan dan memang. dengan album pertama itu pula slank mendapat penghargaan pertamanya di BASF award sebagai pendatang baru terbaik.

Sejak saat iu slank mulai dikenal masyarakat seluruh indonesia, dan terus berkarya. karya mereka antara lain: KAMPUNGAN,PISS,GENERASI BIRU, MINORITAS.Setelah penggarapan album minoritas slank kehilangan 3 anggota sekaligus Bongki,Indra,Pay (yang sekarang sukses dengn BIP-nya). akhirnya kaka dan bimbim berjuang mempertahankan band ini. dengan 2 personel mereka mencoba membuat album baru, LAGI SEDIH.dengan dibantu Ivan (bass) dan Reynold (gitar).

Hingga akhirnya tahun 1996 terbentuk formasi ke-14 yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka(bass), Ridho (gitar), Abdee (gitar).yang bertahan sampai sekarang,Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik, yang dikenal sebagai Slankers.
Slank  punya kepedulian dengan kondisi sosial dan politik terlihat dari lirik lagu-lagu Slank yang syarat dengan kritik sosial, terutama korupsi. Perilaku korupsi sepertinya menjadi sesuatu yang lumrah di Indonesia, seakan menjadi bagian budaya dari masyarakat. Hal itulah yang menjadi dasar keprihatinan Slank dan kemudian mengangkat kritik sosial tersebut melalui lirik lagu. Tak heran mereka kemudian dijadikan “Duta Anti Korupsi” oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ditambah, perjalanan panjang selama lebih dari 25 tahun mengarungi musik telah membuktikan eksistensi Slank sebagai band papan atas dengan kualitas ”legenda”.
Album Slank
1990 - Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy)
1991 - Kampungan
1993 - Piss!
1995 - Generasi Biru
1996 - Minoritas
1996 - Lagi Sedih
1997 - Tujuh
1998 - Mata Hati Reformasi
1999 - 999+09Double Album
2001 - Virus
2003 - Satu Satu
2004 - Road to Peace
2005 - PLUR
2006 - Slankissme
2007 - Slow But Sure
2008 - Slank - The Big Hip
2009 - Anthem For The Broken Hearted
2010 - Jurus Tandur no. 18


More - Slank
Photobucket